Semalam
Semalam kau menyapaku di kedai kopi, sewindu tak bertemu, dan kau masih seperti dulu; Senyum gula, Renyah suara, Binar mata kala …
Kita tak sempat tidur siang, menghabiskan hari-hari panjang di jalanan, gedung perkantoran dan dapur-dapur kedai makanan. Kita …
Pabila mungkin Aku mengetuk pintu kamarmu malam itu Secuil rasa ingin kubagi Berharap kau mendengar tanpa perlu membuka hati Pabi…
Malam ini aku tak kunjung tertidur, entah kenapa. Otakku terus memikirkan banyak hal, entah apa saja. Soal sikapmu terutama, Soal…
Kota Malang masih sama, Di bulan Agustus. Daun berguguran, angin bertiup kencang, namun mahasiswa baru, berdatangan memikul harap…
Di atas meja yang sama, tujuh tahun lalu. Kita duduk berhadapan, diantara kursi-kursi kosong. Dibatasi buku tua, lusuh, dan sampu…
Apakah dengan kata, atau isyarat, atau sikap, aku mengungkapkan semua ini? Aku tak tahu. Aku hanya takut. Takut semuanya b…
Kematian, kapan itu? Hari ini atau nanti Lusa atau berapa dasawarsa Kita hanya menanti, dalam sunyi Aku takut mati. Takut!! Meski…
Sembilan tahun yang lalu, saat kita belum mengenal kata dan rasa apalagi cinta, kita menjalani hidup ini dengan sangat serius. S…
Seperti menyeduh aroma masa lalu Kau hadir disaat rapuh relungku mengeja keadaan Bias suaramu, menukil kisah yang pernah terga…
Biarku ambil luka itu untukku sendiri Agar sisa-sisanya tak melukai dirimu Biarku tenggak rasa sakit itu sendiri Agar sisa-sisan…